The First Heir ~ Bab 2479

                              

sumber gambar: google.com


Bab 2479

Bersamaan dengan jatuhnya suara itu, Fennel Leigh memasuki kondisi terkuat pertarungan para dewa. Seluruh tubuhnya terbang ke udara, tombak naga merah di tangannya berubah menjadi emas kemerahan, dan dia langsung bertarung dengan Hades.

 

Di atas langit di sekitar arena, badai energi berwarna emas kemerahan dan biru terus bergerak memenuhi pemandangan.

 

Awan di seluruh langit terkoyak oleh badai energi itu. Sedangkan di bawah di tanah juga porak poranda.

 

Pada saat ini awan hitam tebal besar perlahan berkumpul di langit, berada di atas kepala Fennel Leigh dan Hades.

 

Seluruh pemandangan di sekitar arena mulai menjadi gelap, seperti akhir dunia.

 

Di udara Fennel Leigh memegang tombak naga merahnya, matanya menyorot merah, dan niat bertarungnya mengalir bersama tatapannya kepada Pluto yang bermandikan badai energi.

 

Saat ini Hades si raja dunia bawah tanah memiliki rasa dingin yang ganas di wajahnya dan garis-garis biru di wajahnya menjadi sangat indah dan mempesona.

 

Dia meraung dengan suara dingin: "Apollo! Apakah Anda ingin mencegah saya memasuki kekuatan kerajaan pintu keenam?"

 

Fennel Leigh tertawa keras. Pada saat ini tombak naga merah di tangannya benar-benar berubah warna menjadi emas kemerahan, dengan naga emas melilit di seluruh tubuh tombak, seolah-olah hidup.

Terutama kepala tombak dari tombak naga merah, yang terlihat seperti naga yang mengaum.

 

“Hades, aku khawatir tidak akan mudah membunuh temanku untuk mengejar kekuatan kerajaanmu mencapai ke pintu keenam.”

 

Fennel Leigh berkata dengan ringan, dan tekad yang tersirat dalam kata-katanya sudah jelas.

 

Hades si raja dunia bawah tanah berteriak: "Kamu juga salah satu dari dua belas dewa di barat, mengapa kamu membantunya lagi dan lagi? Jangan lupa sumpah dewa yang kamu buat di Gunung Olympus!"

 

Fennel Leigh tersenyum saat dia menjawab : "Hades, saya rasa Anda salah paham. Meskipun saya dewa, saya tidak harus mengikuti aturan dunia gelap barat kalian. Inilah yang Zeus janjikan kepada saya."

 

Pluto the Hades terdiam, tinjunya tiba-tiba mengepal. Seketika itu juga tiga badai guntur biru di sekujur tubuhnya meluap sepenuhnya.

 

Setelah itu dia mengangkat tangannya. Telapak tangannya yang tebal terangkat tinggi ke udara.

Kemudian badai guntur yang menyilaukan meledak dari telapak tangannya.

 

Segera setelah itu, di bawah tatapan semua orang, telapak tangannya perlahan menarik tombak bercabang dua dari dalam badai guntur.

 

Terlihat tubuh tombak tertutup rapat oleh simbol dan pola berwarna biru, diikuti oleh kekuatan guntur yang perlahan mengalir.

Kepala tombak berbentuk petir, menampilkan keseluruhan tombak yang mempesona dilengkapi dengan tekanan energi yang mengamuk, membuat orang yang melihatnya takut dari lubuk hati mereka.

 

Itulah senjata Pluto the Hades, tombak guntur bercabang dua.

 

Saat Thunder Halberd bercabang dua dikeluarkan, badai energi yang disebabkan oleh guntur antara langit dan bumi melonjak menuju Thunder Halberd di tangan Hades.

 

Bersamaan dengan itu, energi dari atribut guntur yang tersebar ini juga memberi nutrisi pada tubuh Hades.

 

Rumble!

 

Munculnya tombak guntur bercabang dua di tangan Pluto secara langsung memicu beberapa guntur yang jatuh dari langit dan mendarat di tanah. Sehingga menghasilkan pemandangan kilatan guntur yang bersahut-sahutan.

 

Setelah badai guntur mengamuk, seluruh tanah retak dan benar-benar berubah menjadi reruntuhan. Badai guntur juga mengenai lubang di tanah tempat Philip jatuh. Sehingga memperluas lubang itu. Sedangkan Philip sendiri, sejak dia terlempar masuk ke dalamnya, belum pernah terlihat lagi.

 

Sambil berdiri di udara, Pluto the Hades mengayunkan tombak guntur bercabang dua di tangannya, menyapukan kekuatan guntur, dan meraung: "Apollo! Karena kamu terobsesi, maka aku akan membunuhmu terlebih dahulu, lalu merebut sumber kekuatan kerajaanmu. Setelah itu, baru membunuh anak itu dan merebut sumber kekuatan kerajaannya!"

 

Saat berbicara, Pluto the Hades tidak bisa menyembunyikan cibiran menghinanya. Ekspresinya juga jelas menjadi antusias.

 

Dengan cara itu, dia bisa mendapatkan tambahan enam sumber kekuatan kerajaan, belum lagi ditambah miliknya sendiri.

 

Jika itu terwujud, maka kekuatan kerajaan yang dimilikinya cukup untuk mendominasi seluruh dunia gelap Barat dan menjadi dewa utama paling kuat dalam sejarah dua belas dewa barat.

 

Penguasa kota suci Gunung Olympus juga akan menjadi Hades si raja dunia bawah tanah.

 

Fennel Leigh mendengus dingin: "Hades, kamu berbicara tentang mimpi! Jika kamu ingin bertarung, bertarunglah!"

 

Bab Lengkap

Promo: The First Heir - Bab 1 - Bab 2170 = 50K


Bantu Admin ya, boleh Donasi or klik klik yang bisa di klik
Biar makin semangat update
Terima Kasih

The First Heir ~ Bab 2479 The First Heir ~ Bab 2479 Reviewed by Novel Terjemahan Indonesia on March 28, 2022 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.