The First Heir ~ Bab 2545

                              

sumber gambar: google.com


Bab 2545

Dia, Vatako, telah dikhianati.

Sekarang dia sendirian.

 

“Teruskan Perintah Aku, Dewa Jahat. Kumpulkan semua kekuatan Aula Suci Jahat, dan bersiaplah untuk bertahan!” Vatako meraung.

 

"Ya ..."

 

Kali ini para utusan aula suci dan malaikat gelap itu tahu bahwa Aula Suci Jahat akan menghadapi pertempuran mematikan selanjutnya.

 

Di bawah pengepungan bersama enam dewa dan para pemburu hadiah, pangkalan Aula Suci jahat yang tersebar di seluruh dunia barat mulai hancur satu demi satu.

 

Nyala api membubung ke langit di semua pangkalan, dan banyak jatuh korban.

 

Enam dewa mengirim orang-orang mereka, dan tidak ada dewa yang berpartisipasi dalam pertempuran, sehingga itu tidak melanggar larangan dewa utama.

 

Selain itu, karena banyaknya partisipan dari para pemburu hadiah, maka tidak mungkin untuk mengetahui hanya dari penampilan luar, apakah mereka berasal dari Aula Suci Dewa atau klub hadiah bawah tanah.

 

Di bawah serangan dari kekuatan gabungan seperti itu, Aula Suci Jahat berhasil dipukul mundur. Mereka telah mundur ke base camp utama Aula Suci Jahat.

 

Dua hari kemudian.

 

Base camp utama Aula Suci Jahat yang terletak di Pegunungan Fuders.

 

Saat ini, lima puluh mil jauhnya, personel yang terdiri dari Enam Aula Suci Dewa dan sejumlah besar para pemburu hadiah telah berkumpul.

 

Melihat sekeliling, pegunungan dan hutan di sekitarnya penuh dengan kepala manusia, serta semua jenis peralatan dan kekuatan tempur canggih.

Bahkan di langit, terlihat puluhan pesawat tempur terus berputar-putar.

 

Sedangkan di tanah, lusinan tank tempur bergerak maju.

 

Seluruh Aula Suci jahat telah dikepung!

 

“Ayo saudara-saudara! Kemenangan sudah dekat!”

 

“Hancurkan Aula Suci jahat, bunuh dewa jahat Vatako, dan dapatkan hadiah 1,6 miliar!”

 

Sekelompok orang meraung dan dengan cepat meluncurkan serangan gabungan.

 

Dalam sekejap, kerumunan padat itu, seperti air pasang, bergegas ke base camp Aula Suci Jahat.

 

Boom boom boom!

 

Api membumbung tinggi, dan ledakan terdengar di mana-mana.

 

Saat ini, pertempuran paling tragis terjadi.

 

Para elit Aula Suci jahat semuanya keluar.

 

Tim pertempuran yang terdiri dari para anjing neraka juga dengan cepat bergabung ke medan perang dan memulai pembantaian di area lokal.

 

Semua anjing neraka ini adalah mesin pembunuh yang dimodifikasi dari tubuh manusia.

 

Mereka bergegas ke medan perang dari segala arah dan mulai membunuh.

 

Segera, tim penyerang pertama dibunuh oleh para mesin pembunuh ini.

 

Pada saat ini, beberapa pemimpin tim pemburu hadiah berdiri tidak jauh di lereng bukit, mereka menggunakan teropong untuk melihat medan perang dari kejauhan.

 

"Sialan! Aula Suci Jahat benar-benar memiliki mesin pembunuh seperti itu!”

 

 George, pemimpin tim George yang menempati peringkat pertama di antara para pemburu hadiah, memaki beberapa kata pada saat ini.

 

Para personel yang tergabung dalam tim penyerang pertama  menderita kerugian besar.

 

Para mesin pembunuh yang dimodifikasi dari tubuh manusia itu terlalu ganas, dan mereka tidak takut mati sama sekali.

 

Segera, George melambaikan tangannya, mengeluarkan pisau ksatria dari pinggangnya, dan berteriak: "Regu kedua, ketiga, dan keempat, segera maju! Lakukan penyerbuan dengan cara empat orang mengepung satu musuh! Jika berhasil membunuh satu, maka saya, George, akan memberi hadiah satu juta dolar!"

 

Dalam sekejap, para pemburu hadiah yang bersiap di belakang George meraung dan bergegas keluar.

 

Di sisi lain, tim pemburu hadiah lainnya juga bergegas dengan marah. Mereka berani menyerahkan hidup mereka demi godaan hadiah yang besar.

 

Dalam sekejap, medan perang itu kembali dilanda kecemasan.

 

Para personil dari enam Aula Suci dewa itu, di bawah kepemimpinan utusan suci masing-masing, secara tak kasat mata bergerak ke suatu tempat.

Dari tempat tersebut, mereka berputar ke belakang Aula Suci Jahat, dan kemudian meluncurkan serangan paling kejam.

 

Seluruh pedalaman pegunungan dan hutan dipenuhi dengan api yang membubung tinggi dan suara ledakan yang bergemuruh.

 

Pesawat-pesawat tempur di langit juga terus menembakkan peluru dan rudal ke tanah.

 

Tank-tank tempur itu juga menghancurkan hutan dan bergegas ke medan perang.

 

Pada saat ini, di aula Aula Suci Jahat yang megah, Dewa Jahat Vatako masih duduk di singgasananya, menopang kepala kanannya dengan satu tangan, dan tangan lainnya memegang tombak dengan cahaya hitam aneh.

 

Itu adalah Tombak Cthulhu.

 

Di tombak terdapat sembilan ular panjang merah kehitaman. Masing-masing ular mempunyai sepasang mata merah, terus-menerus melayang-layang di tombak dan menjulurkan lidahnya yang merah.

 

Ular-ular panjang berwarna merah kehitaman ini terlihat sangat jahat. Memancarkan semacam aura ganas sehingga orang-orang tidak berani menatap langsung ke arah mereka.

 

Sambil memegang tombak dewa jahat, Vatako menatap gerbang batu di aula dengan mata dingin. Dia mendengarkan jeritan-jeritan yang memekakkan telinga di luar.

 

Para malaikat gelap semuanya telah bergabung dalam pertempuran saat ini.

 

Bagaimanapun, dengan serangan gabungan dari enam Aula Suci dewa, meskipun tidak ada dewa yang berpartisipasi secara langsung dalam pertempuran, tetapi tidak sedikit utusan aula suci yang berpartisipasi dalam pertempuran.

 

Bab Lengkap

Promo: The First Heir - Bab 1 - Bab 2170 = 50K

Bantu Admin ya, boleh Donasi or klik klik yang bisa di klik
Biar makin semangat update
Terima Kasih

Related : The First Heir ~ Bab 2545

0 Komentar untuk "The First Heir ~ Bab 2545"