Life After Prison ~ Bab 2716

Baca dengan Tab Samaran ~ Incognito Tab

Bab 2716

 

Tidak akan ada yang menjaga sekte tersebut jika Amethyst bergegas ke Southsky; konsekuensinya akan tak terbayangkan jika orang-orang dari Tanah Suci Primordial menyerang sekte tersebut saat dia pergi.

 

Amethyst merasa kesulitan mengambil keputusan karena berbagai faktor. Tepat saat itu, Severin tiba-tiba muncul dari pengasingan setelah mengalami terobosan dalam kultivasinya. Karena itu, dapat dimengerti jika Amethyst merasa senang karenanya.

 

Sementara itu, di dalam Pagoda Kekaisaran Hijau, Severin dengan gila-gilaan melahap energi spiritual yang padat di sekitarnya. Setiap sel dalam tubuhnya memancarkan cahaya ilahi yang tak terbatas. Dunia batinnya telah sepenuhnya berevolusi dan berubah, dengan wilayah kekuasaannya mencapai seratus mil, hampir sebanding dengan Middlebridge.

 

Rantai hukum ilahi yang tak terhitung jumlahnya tersembunyi di kehampaan, memancarkan cahaya dan kecemerlangan warna-warni. Di langit, matahari dan bulan bersinar terang, dan energi spiritual yang melimpah melahirkan banyak makhluk ilahi.

 

Lambat laun, sosok-sosok binatang buas mulai muncul, meraung di padang belantara, bersinar terang dengan cahaya spiritual.

 

Severin dipenuhi kegembiraan yang luar biasa ketika dia menggunakan indra ilahinya untuk merasakan hal ini. Tampaknya Pil Penciptaan Takdir yang telah dia konsumsi selama masa pengasingannya tidak sia-sia!

 

Pil Penciptaan Takdir mengandung hukum penciptaan, karma baik, dan esensi kehidupan, yang mampu membalikkan kegelapan dan terang, serta menciptakan sesuatu dari ketiadaan.

 

Meskipun makhluk-makhluk ilahi di dunia batinnya masih relatif lemah dan kurang bijaksana, kenyataan bahwa kehidupan telah muncul berarti bahwa di masa depan, dunia batinnya mungkin memang akan menjadi alam semesta yang luas dan sesungguhnya!

 

Terobosan itu tidak hanya membawa perubahan drastis di dunia batin Severin, tetapi juga di dalam inti energi yang menyimpan darah dan energinya yang sangat besar. Aura yang terpancar dari sosok yang diperkecil itu seganas api yang berkobar, dengan tekanan mengerikan yang memancar seperti kilat yang menembus langit!

 

Sosok mini itu duduk di inti energi Severin, mengendalikan esensi darah dan energi yang beredar di seluruh Titik Tertinggi Langitnya. Ia telah melampaui hal-hal biasa.

 

Merasakan fluktuasi darah dan energi di seluruh tubuhnya, Severin menghela napas panjang, dan mengepalkan tinjunya erat-erat. Dalam sekejap, dia merasakan kekuatan primordial melonjak tanpa henti di dalam dirinya.

 

Melihat hal itu, Severin tak kuasa menahan diri untuk berkata, "Dengan kekuatanku saat ini, aku bahkan bisa membunuh seorang supreme paragon level lima!"

 

Dia sedang mengasah Keterampilan Dunia Batin, yang dilengkapi dengan Teknik Ilahi Tersembunyi. Dengan pencapaian internal dan eksternal, tubuh dan mananya jauh melampaui kultivator tingkat yang sama.

 

Severin yakin bahkan seorang supreme paragon level enam pun tidak akan mampu menandinginya jika ia melepaskan senjata ilahi pelindungnya! Terlebih lagi, jika ia menggunakan Pagoda Kekaisaran Hijau, ia bahkan bisa membunuh seorang supreme paragon level delapan.

 

Dengan pikiran-pikiran itu, Severin menjernihkan pikirannya dan perlahan berdiri. Sesaat kemudian, dengan satu pikiran, ia dengan cepat menghilang dari ruang di dalam Pagoda Kekaisaran Hijau.

 

Ia pertama kali pergi ke Puncak Ajaib, hanya untuk mendapati bahwa Diane dan yang lainnya sedang mengasingkan diri, jadi ia menahan diri untuk tidak mengganggu mereka.

 

Setelah beberapa detik, Severin muncul dari Puncak Ajaib dan tiba di aula utama sekte tersebut.

 

Saat ia melangkah keluar, ia menyadari bahwa suasana meriah di sekte itu telah berubah menjadi agak suram. Jelas ada ketegangan yang menggantung di udara.

 

Di langit sana, para murid bergegas dengan cemas.

 

Severin merasa bingung. Selama hampir setengah tahun pengasingannya, ia mengisolasi diri menggunakan indra ilahinya untuk fokus sepenuhnya pada upaya terobosan. Dengan demikian, ia tidak menyadari peristiwa yang terjadi di dunia luar.

 

Tepat saat ia sampai di pintu masuk aula utama, ia mendengar suara pemimpin sekte, Amethyst.

 

"Severin, mungkin kau tidak tahu, tetapi Tanah Suci telah dilanda perang selama setengah tahun sekarang. Delhi dan kaum Barbar telah diserang dan secara bertahap mundur."

 

Severin melangkah masuk, pandangannya tertuju pada Amethyst, yang tampak kelelahan. Dia mengerutkan kening dan ekspresinya langsung berubah serius ketika mengetahui tentang perang yang sedang berlangsung.

 

'Tak heran suasana sekte terasa aneh,' pikir Severin dalam hati. Ia segera duduk di samping Amethyst dan berkata, "Ceritakan padaku tentang situasi perang."

 

Bab Lengkap

Life After Prison ~ Bab 2716 Life After Prison ~ Bab 2716 Reviewed by Novel Terjemahan Indonesia on April 20, 2026 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.