Life After Prison ~ Bab 2719

Baca dengan Tab Samaran ~ Incognito Tab

Bab 2719

 

Meskipun sinyal bahaya telah dikirim kemarin, jauh di lubuk hatinya Oskar masih kurang percaya diri. Menurut informasi yang dia terima, Tanah Suci Primordial, bersama dengan para kultivator iblis, telah terlibat dalam pertempuran di Delhi dan Laut Utara. Para teladan tertinggi dari Tanah Suci sedang berjuang untuk mengatasi situasi dan kemungkinan besar tidak mampu membantu Southsky.

 

Suasana hati Oskar langsung berubah muram saat memikirkan situasi ini. Dia menatap para master puncak di kedua sisi dan berkata dengan serius, "Tuan-tuan, dengan invasi para kultivator iblis yang akan segera terjadi, tampaknya satu-satunya jalan keluar bagi kita adalah bertarung sampai mati."

 

Saat Oskar berbicara, auranya sebagai teladan tertinggi terpancar dengan kuat dan bergema di seluruh aula.

 

Ekspresi Denzel berubah tiba-tiba saat mendengar tekad untuk bertarung sampai mati. Secercah kelicikan terlintas di matanya.

 

Raymond, yang baru saja diangkat sebagai pemimpin puncak Gunung Ketujuh, berpikir sejenak sebelum berbicara, "Oskar, sekarang setelah Sekte Dewa dimusnahkan, dan sekte kita dikelilingi oleh kultivator iblis, dapatkah kita meminta bantuan dari Sekte Purevoid dan Sekte Siren untuk setidaknya mengulur waktu sampai bala bantuan dari Tanah Suci tiba?"

 

Celeste, pemimpin puncak Gunung Keenam, segera berdiri dan setuju, berkata, "Kita dan Sekte Purevoid serta Sekte Siren semuanya adalah sekte dari Southsky. Tentu mereka tidak akan tinggal diam dalam situasi genting seperti ini?"

 

Mengamati diskusi bersemangat para teladan kerajaan yang baru dipromosikan, Leonnel mendengus sinis dan membalas, "Sekte Purevoid dan Sekte Siren hampir tidak mungkin terlibat dalam perang ini. Lagipula, kultivator iblis yang saat ini menjadi ancaman adalah teladan tertinggi tingkat tiga. Bahkan Oskar pun bukan tandingan mereka. Bagaimana mungkin beberapa teladan kerajaan dapat mengubah jalannya pertempuran?"

 

Pemimpin puncak Gunung Blaze, seorang pria paruh baya berwajah persegi yang terkenal dengan temperamennya yang berapi-api, membanting tangannya ke meja saat menyaksikan keributan di aula. Dia memarahi dengan marah, "Apa yang kalian perdebatkan di saat seperti ini? Para kultivator iblis telah mengepung sekte kita, dan mereka akan menerobos pertahanan kita. Sekte kita akan mengalami nasib yang sama seperti Sekte Dewa jika kita tidak segera menemukan solusi!"

 

Melorin, dengan wajah pucat, melirik Oskar yang terluka parah dan berkata, "Oskar, bala bantuan dari Tanah Suci masih jauh. Sepertinya satu-satunya pilihan kita adalah fokus melindungi murid-murid kita sebisa mungkin ketika sekte ini dihancurkan. Kita harus memastikan mereka memiliki jalan keluar yang aman untuk menghindari kehancuran total. Setidaknya dengan cara itu, jika Tanah Suci melancarkan serangan balasan di masa depan, kita masih memiliki kekuatan untuk mendominasi Southsky."

 

Oskar, yang duduk di Singgasana Grand Preceptor, memandang para tetua di aula yang terbagi menjadi dua faksi. Ia merasa kewalahan dan kelelahan.

 

Satu pihak menganjurkan untuk melawan kultivator iblis sampai bala bantuan tiba, sementara pihak lain menyarankan untuk mundur dan melindungi murid-murid sekte sambil menunggu situasi berubah.

 

Oskar sangat menyadari situasi genting yang dihadapi Sekte Grandiuno. Sekte tersebut sudah dikepung oleh para kultivator iblis.

 

Namun, Simeon bukanlah musuh terbesar mereka. Meskipun merupakan teladan kerajaan tingkat sembilan dan memiliki kekuatan yang luar biasa setelah berlatih teknik kultivator iblis, di mata Oskar, dia tidak lebih dari seekor semut yang kuat.

 

Kekuatan seorang teladan tertinggi dapat mengguncang langit dan bumi! Bagaimana mungkin seorang teladan kerajaan biasa dapat menandinginya?

 

Namun, kekuatan kultivator iblis teladan tertinggi itu jauh melampaui kekuatan Oskar sendiri. Baru kemarin, dalam pertemuan singkat mereka, Oskar terluka parah hanya dengan satu gerakan darinya. Kekuatan seperti itu tentu saja menimbulkan kekhawatiran besar di seluruh Sekte Grandiuno.

 

Saat Oskar merenungkan keputusan mana yang harus diambil—apakah akan tetap tinggal atau pergi—sebuah ledakan yang memekakkan telinga tiba-tiba terdengar dari luar aula.

 

Formasi pelindung yang menyelimuti seluruh sekte mulai bergoyang dan berkedip; pancarannya memancar dalam banyak riak, tampak seperti akan runtuh kapan saja.

 

"Oh tidak! Formasi perlindungan akan runtuh!" Wajah Oskar memucat saat menyaksikan pemandangan itu.

 

Sesaat kemudian, dia dengan cepat berdiri dan berlari keluar, mencapai langit dalam sekejap.

 

Pada saat yang sama, di luar gerbang Sekte Grandiuno, berdiri sesosok berjubah hitam, diselimuti energi iblis yang tak terbatas. Tatapannya dingin saat ia menatap formasi yang bergoyang hebat itu.

 

Sosok ini berdiri di kehampaan. Aura teladan tertingginya yang menakutkan menekan dari segala arah seperti gelombang pasang.

 

Bab Lengkap

Life After Prison ~ Bab 2719 Life After Prison ~ Bab 2719 Reviewed by Novel Terjemahan Indonesia on April 20, 2026 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.