The First Heir ~ Bab 3061

                               

sumber gambar: google.com


Bab 3061

Mobil Philip berhenti karena semua orang harus turun dari mobil dan berjalan masuk ketika mereka sampai di sini.

 

Philip keluar dari mobil, saling memandang beberapa kali, dan mulai berjalan menuju penjaga di pintu.

 

Beberapa penjaga datang menghampiri dan melirik Philip dan yang lainnya.

 

Mereka pertama-tama melihat dokumen, dan kemudian bertanya, "Kamu bukan petugas daerah ini, mengapa kamu di sini?"

 

Philip sekarang mengenakan kostum penjaga belakang pintu keenam, dan berkata dengan suara rendah: "Mengawal Linggu kembali."

 

"Bibi Linggu?"

 

Kapten penjaga mengangkat alisnya dan melihat ke samping ke arah Linggu yang berada di belakang Philip.

 

Segera, dia melangkah maju dan meminta dokumen Linggu dengan ekspresi hormat di wajahnya, dan kemudian langsung berbicara kepada Philip, "Mari kami antar kalian, kalian semua kembali ke garis pertahanan pertama!"

 

Mendengar kata-kata ini, wajah Philip menjadi bingung, tetapi karena dia mengenakan topeng, pihak lain tidak dapat melihatnya.

 

Linggu buru-buru berkata: "Tidak perlu, mereka akan mengantarku masuk."    

 

Kapten penjaga menunjukkan ketegasan di sudut matanya, tetapi masih tersenyum saat berkata, "Bibi Linggu yang terhormat, saya baru saja menerima pesan dari Sorrow Geofry dan lima pangeran. Memerintahkan, selama kami menemukan jejak Anda, kami secara pribadi akan mengantar Anda masuk."

 

Setelah mengatakan ini, pria yang memimpin itu menatap Philip dengan mata melotot sambil berseru : "Kembalilah ke garis pertahanan pertama!"

 

Philip tidak bergerak, matanya menyapu para penjaga tanpa mengungkapkan jejak, dan menghitung semua kekuatan pertahanan di dekatnya.

 

Ada 500 penjaga, lusinan penembak mesin dan benteng di tembok kota, ada rudal medan perang di dekatnya, dan beberapa pesawat tempur diparkir.

 

Di antara penjaga ini, ada lusinan murid, semuanya tidak rendah kekuatannya, setidaknya mereka adalah murid di pintu keempat, dan ada banyak murid di pintu keenam.

 

Dengan kekuatan pertahanan seperti ini, bahkan para murid di tahap awal pintu ketujuh, tidak berani menjamin bahwa mereka dapat dengan mudah menerobos.

 

"Fuck! Apakah kamu tuli? Cepat kembali ke garis pertahanan pertama!"

 

Pria kekar itu berteriak kesal lalu berjalan langsung ke arah Philip, mengangkat tangannya dan mengeluarkan pistol dari pinggangnya dan mengarahkannya ke kepala Philip!

 

Namun, pada saat itu, Philip mengambil inisiatif, meraih pistol di tangan pria itu dengan sangat cepat dan meletakkannya di dahi pria tersebut.

 

“Berhenti!”

 

“Apa yang kamu lakukan!”

 

Dalam sekejap, semua penjaga di sekitarnya mengarahkan senjata mereka ke Philip.

 

Suasana menjadi sangat tegang!

 

Philip menatap pria di depannya dengan mata tajam, dan berkata dengan tegas, "Kami akan mengawal Linggu masuk."

 

"Kamu lancang! Penjaga di garis pertahanan pertama berani menembakku? Kamu justru yang akan mati!" Pria kekar itu menghardik, matanya penuh api amarah.

 

Namun, Philip langsung membuka kait pengaman pistol dan berkata dengan dingin: "Saya ulangi, kami akan mengawal Linggu masuk."

 

Wajah pria itu memucat, perasaan takut dan geram bercampur di dalam hatinya.

 

Ada apa dengan pria ini?

 

Setelah beberapa saat konfrontasi, pria itu menggertakkan giginya dengan geram, mengangkat tangannya, dan berteriak, “Semuanya, singkirkan senjata kalian! Lepaskan!”

 

Dalam sekejap, para penjaga menyimpan senjata mereka.

 

Philip masih menodongkan pistol ke alis pria itu, memperhatikan Fennel Leigh dan yang lainnya memimpin Linggu melewati gerbang dengan mulus, lalu perlahan masuk.

 

Setelah melihat Philip masuk, pria itu dengan marah melemparkan topinya ke tanah dan berteriak : "Fuck! Apa yang terjadi dengan garis pertahanan ini? Apa yang terjadi hari ini!"

 

Tepat saat dia melampiaskan amarahnya, sebuah suara tiba-tiba datang dari headset-nya: "Semua orang di bawah darurat militer! Beberapa orang menyelinap masuk ke belakang pintu keenam! Pasukan ketujuh dari garis pertahanan pertama telah terbunuh!"

 

Mendengar perintah ini, ekspresi pria itu berubah, matanya melebar dan dia melihat ke belakang Philip yang telah pergi, dan meraung: "Fuck! Kejar! Mereka adalah mata-mata!"

 

Bab Lengkap

The First Heir ~ Bab 3061 The First Heir ~ Bab 3061 Reviewed by Novel Terjemahan Indonesia on June 19, 2022 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.