Son - In - Law - Madness ~ Bab 90

Bab 90 Merasa Tak Berdaya

Sebelum Reina sempat membalas pesan itu, telepon berdering lagi. Itu bukan pesan teks tetapi panggilan telepon. Setelah ragu-ragu sebentar, dia menjawab panggilan itu.

"Reina, apakah kamu sudah membuat keputusan?" Suara Jasper terdengar dari ujung telepon. Madelyn harus berada di sampingnya karena suaranya juga bisa terdengar dengan jelas. “Bukankah kamu bilang kamu ingin menyelamatkan Donald? Kemudian beri kami setengah dari ekuitas Scarlet Swan Villa. Jika tidak, Jasper akan mengakhiri hidup Donald!”

Beberapa saat kemudian, dia menambahkan, “Apakah kamu tidak menyukainya? Tidak bisakah kamu melakukan ini untuknya? ”

"Jasper, jangan melewati batas." Suara Reina dingin.

Pria itu langsung tertawa terbahak-bahak. “Dia menampar wanita saya, dan seluruh kejadian direkam oleh kamera pengintai. Bahkan jika Anda meminta bantuan petugas, kami adalah korbannya. Jangan paksa aku untuk melibatkan ayahku dalam hal ini. Jika tidak…"

Sambil menghela nafas panjang, Reina berkata, “50% terlalu banyak.”

“Saya tidak menelepon untuk bernegosiasi dengan Anda. Jika Anda setuju untuk memberi saya 50% dari saham, bawa perjanjian transfer ekuitas ke kamar 1102 di Hotel Lunar pada jam sebelas malam ini. Jika Anda tidak setuju, saya akan memastikan Donald Campbell menggigit debu besok pagi.” Setelah mengatakan itu, Jasper menutup telepon.

Scarlet Swan Villa belum terdaftar dan tidak akan terdaftar dalam waktu dekat, yang berarti bahwa itu adalah milik pribadi Reina.

Bahkan jika Pollerton Real Estate bangkrut, dia akan baik-baik saja selama dia masih memiliki Scarlet Swan Villa.

Namun, Jasper sekarang memintanya untuk memberinya setengah dari ekuitas.

Vila itu adalah hasil kerja kerasnya selama bertahun-tahun.

Tidak ada yang tahu berapa banyak waktu dan uang yang dia investasikan untuk mengubah Scarlet Swan Villa dari rawa menjadi taman lahan basah. Belum lagi banyak prosedur pembiakan-dan-penjualan angsa resmi.

Merosot ke kursi, dia menutup matanya, dan ekspresinya berubah suram.

Note:

Pendapatan dan Pengeluaran tidak sinkron. Untuk menutup biaya operasional, beli novel dan kuota, bantu admin donk.

Cara membantu admin:

1. Donasi ke DANA ~ 087719351569

2. Klik Klik Ikla*

3. Open Endorse, yang mau usahanya diiklankan disini, viewers blog up to 50K per hari, caranya boleh kirim email di novelterjemahanindo@gmail.com


Channel Youtube Novel Terjemahan


Ini adalah pertama kalinya dia merasa begitu kesepian dan tidak berdaya.

Setelah beberapa pertimbangan, dia menelepon Emma Dolezal .

Emma adalah orang pertama yang berinvestasi di Reina. Dia adalah seorang Pollertonian dan memiliki sekitar tiga ratus properti di kota. Yang dia lakukan hanyalah mengumpulkan uang sewa.

"MS. Dolezal , saya mengalami masalah,” ujar Reina.

"Apa itu?" Segera, suara mengantuk terdengar dari ujung telepon.

Segera, Reina menceritakan apa yang terjadi.

"Apa? Anda ingin menggunakan setengah dari ekuitas Scarlet Swan Villa untuk menyelamatkan seorang pria? Tidak. Saya telah mengatakan sebelumnya bahwa saya ingin Anda menjadi menantu perempuan saya. Aku tidak akan pernah mengizinkannya,” Emma menolak tanpa ragu-ragu.

Reina tertegun sejenak.

Dalam kesannya, Emma selalu ramah.

Dia telah menyebutkan masalah ini sebelumnya, tetapi putranya menolaknya. Lagi pula, Reina tidak pernah ingin menjadi menantunya, jadi mereka tidak pernah membicarakannya lagi.

“Putramu tidak setuju, dan aku juga tidak pernah ingin menikah dengannya,” jelas Reina.

Sebagai tanggapan, Emma mencibir. “Apakah kamu lupa apa yang telah aku lakukan untukmu? Biarkan aku memberitahu Anda. Menyinggung Lucas tidak menguntungkan Anda dengan cara apa pun. Tentu saja, saya tidak takut pada Lucas, tetapi mengapa saya harus menyelamatkan orang asing? Scarlet Swan Villa adalah mahar masa depan Anda. Saya tidak akan membiarkan siapa pun untuk meletakkan tangan mereka di atasnya! Semakin dia berbicara, semakin acuh tak acuh suaranya.

Pada saat itu, Reina merasakan getaran menjalari tulang punggungnya.

Ini adalah pertama kalinya Emma menunjukkan agresi di depannya.

Saat itu, Emma menginvestasikan sepuluh juta di Reina, tetapi pendapatan yang dihasilkan oleh yang pertama dari yang terakhir selama bertahun-tahun telah melebihi lima puluh juta. Apalagi Reina sudah mengembalikan jumlah pokok kepada Emma.

Sedikit yang dia tahu bahwa semua orang akan mencoba mengambil keuntungan darinya setelah Scarlet Swan Villa menjadi terkenal.

“Jika bukan karena sepuluh jutaku, tidak akan ada kamu, apalagi Scarlet Swan Villa!” tegas Emma.

 

Bab Lengkap

Related : Son - In - Law - Madness ~ Bab 90

0 Komentar untuk "Son - In - Law - Madness ~ Bab 90"