Bab 1449: Masalahmu?
"Aku sudah bilang aku tidak
butuh bantuanmu!" Freya memutar matanya pada Connor.
"Kau itu tunanganku. Tidak ada
salahnya aku membantumu…" Connor berkata tak berdaya sambil tetap
menyandarkan kepalanya di pahanya.
"Aku memang tidak mau kamu
bantu. Aku ingin menyelesaikan masalah ini sendiri…" jawab Freya sambil
memikirkan ucapan Connor.
"Kalau begitu, anggap saja semua
yang kubicarakan tadi tidak ada gunanya…" ujar Connor dengan lesu.
"Bukannya tidak berguna.
Menurutku idemu memang cukup bagus. Besok aku akan diskusikan dengan para
pemegang saham dan melihat pendapat investor. Kalau tidak ada masalah, mungkin
bisa dicoba!" Freya tersenyum.
"Tenang saja, metodeku pasti
berhasil!" Connor tertawa. "Kalau masalahmu sudah selesai, bukankah
sekarang kau harus membantu menyelesaikan masalahku?"
"Masalahmu?" Freya
tertegun. Seharian ia bekerja dan masih memakai rok pendek hitam yang membalut
pinggulnya, sementara kedua kakinya tampak jenjang dan putih. Connor sejak tadi
terus mengganggunya, membuatnya tidak tahan.
"Itu, hal yang kemarin malam
belum kita selesaikan!" Connor berbisik di telinganya.
"Kenapa pikiranmu selalu ke
situ?" Freya langsung memerah dan terlihat sangat menggoda tanpa sengaja.
Melihat reaksi Freya, Connor semakin
kehilangan kendali. Ia mendorong Freya ke sofa lalu mencium bibir lembutnya.
Awalnya Freya sempat melawan, tetapi
ia segera mulai membalas. Mereka berpelukan, saling mencium, dan saling
merespons. Tangan Connor mulai meraih kancing bajunya.
Beberapa detik kemudian, jaket dan
kemeja Freya pun sudah terbuka.
Namun tepat saat Connor hendak
melepaskan bajunya, bel pintu berbunyi.
Connor langsung hilang mood.
Freya tersadar, cepat mendorong
Connor, lalu merapikan pakaiannya. "Connor, Maya sudah pulang…"
"Si Maya itu, kenapa selalu
pulang tepat waktu seperti ini?" Connor hampir meledak kesal.
"Apa lagi? Cepat buka
pintunya!" Freya memarahi Connor yang hanya duduk diam.
Connor menarik napas panjang dan
berjalan ke pintu.
Benar—Maya berdiri di sana.
"Kenapa kamu tidak latihan biola
di kampus? Kenapa pulang?" Connor menggeram.
"Kakakku pasti sudah pulang
kerja, kan? Aku takut kamu melakukan hal yang tidak-tidak padanya. Priscilla
juga pulang, jadi aku bosan sendirian di ruang musik. Aku bawa biola supaya
kalau aku salah main, kamu bisa kasih masukan…" Maya mengangkat biolanya.
Dalam hati Connor mengumpat, tetapi
tidak bisa berkata apa-apa. Ia hanya melihat Maya masuk dengan pasrah.
"Maya, kamu pulang?" Freya
yang sudah rapi menyapanya dengan senyum.
"Ya, Freya! Minggu depan ada
perayaan ulang tahun gabungan tiga universitas di Porthampton. Aku akan main
duet dengan Connor," kata Maya sambil duduk.
"Connor? Kamu akan tampil dengan
Maya?" Freya heran.
"Dia yang memaksa. Kalau tidak,
aku tidak akan ikut acara itu," jawab Connor datar.
"Apa maksanya? Kalau aku bisa
cari orang lain, mana mungkin aku memilih kamu!" balas Maya.
Freya tersenyum. "Aku juga
mendapat undangannya. Awalnya mau menolak, tapi karena kalian tampil, tentu aku
harus menonton…"
"Bagus!" Maya bersorak.
"Kalian ngobrol saja. Aku mau ke
kamar istirahat." Connor langsung pergi karena pusing melihat Maya.
Tiga hari pun berlalu.
Dalam tiga hari itu, Maya menempel
Freya terus, tidak memberi Connor kesempatan sedikit pun. Connor hanya bisa
melihat Freya setiap hari tanpa bisa berbuat apa-apa.
Ia datang jauh-jauh ke Porthampton,
tapi tidak melakukan apa pun yang menyenangkan. Masalahnya bukan Freya yang
menolak, tetapi sepupunya.
Connor benar-benar sial.
Pagi itu, Freya sedang merias diri.
"Maya, sepertinya aku tidak bisa datang ke acara ulang tahun gabungan hari
ini…"
"Kenapa?" Maya melihat gaun
putih yang ia keluarkan dari lemari dan tampak puas dengan penampilannya.
"Aku harus terbang ke Eropa hari
ini. Ada investor Eropa yang sangat tertarik dengan kosmetik tradisional Oprana
dari perusahaan kita. Ini kesempatan besar, jadi tidak boleh dilewatkan."
"Freya, kamu mau pergi?"
Connor tiba-tiba masuk ke kamar dengan semangat.
"Aaaaah!!" Maya berteriak
karena Connor masuk saat ia sedang membuka kancing bajunya.
Connor refleks melirik, melihat Maya
baru membuka beberapa kancing baju.
"Maaf! Aku tidak tahu kalian
sedang ganti baju…" kata Connor canggung.
"Keluar! Cepat keluar!!"
Maya menjerit.
Connor pun keluar dengan pasrah
sambil menggerutu pelan, "Seolah-olah aku mau lihat juga…"
No comments: