Getting $10 Trillion ~ Bab 1471

Bab 1471: Gaius Low

 

Sementara itu, Jeanette menatap Connor. Saat ini, satu-satunya harapan yang ia miliki hanyalah Connor. Bagaimanapun, Connor tampak sangat percaya diri ketika berbicara tadi. Karena itu, Jeanette hanya bisa berdoa agar Connor tidak hanya sekadar membual.

 

“Anak kecil, Hector sudah pergi. Apa yang akan kamu lakukan sekarang? Masih punya kartu truf lain?” Wolf melangkah maju sambil tersenyum mengejek.

 

Connor hanya melirik Wolf dengan datar, tanpa memberi jawaban.

 

Orang-orang di dalam bus sempat mengira Connor bisa lolos berkat bantuan Eugenia. Sayangnya, mereka tidak menyangka bahwa bantuan Eugenia tak terlalu berguna, dan pada akhirnya situasinya tetap tidak berubah.

 

“Saudara-saudara, kita mulai saja!” Wolf berteriak keras.

 

“Tunggu sebentar. Aku baru saja menelepon seseorang. Kemungkinan besar dia akan segera datang, jadi sebaiknya kalian tunggu dulu. Kalau tidak, kalian akan menyesal nanti…” ujar Chieko tiba-tiba.

 

“Kau juga memanggil bala bantuan?” Wolf menatap Chieko dengan tatapan meremehkan.

 

“Benar.” Chieko mengangguk.

 

Wolf tersenyum sinis. “Nona, kau membuang-buang tenaga saja. Mau panggil siapa pun, percuma. Kecuali kau mengundang Tuan Deryn Bander sendiri, tak ada gunanya siapa pun yang datang.”

 

“Kau yakin?” jawab Chieko dengan tenang.

 

Wolf mengamati Chieko sejak tadi. Menurutnya, Chieko hanyalah perempuan cantik biasa. Jika ia benar-benar punya latar belakang kuat, ia pasti sudah menunjukkannya sejak awal. Tidak perlu menunggu sampai sekarang.

 

Namun demi memastikan, Wolf tetap bertanya, “Baiklah, siapa nama orang yang kau panggil?”

 

“Gaius Low,” jawab Chieko santai.

 

Semua orang langsung terdiam.

 

“Siapa itu Gaius Low?”

“Aku tidak pernah dengar.”

“Benar, tidak ada tokoh besar bermarga Low, kan?”

 

Anak buah Wolf mulai bergumam kebingungan.

 

Eugenia juga tampak heran. Sebagai anggota keluarga Bander, ia setidaknya pernah mendengar banyak nama besar. Tapi nama Gaius Low sama sekali tidak familiar baginya.

 

“Dua orang ini kan cuma turis. Mana mungkin mereka kenal tokoh besar Honduria?” Eugenia menghela napas pasrah.

 

Jecht berteriak sinis, “Siapa yang kau sebutkan itu? Kenapa aku tidak pernah mendengarnya?”

 

“Kau belum pernah dengar?” Chieko menatap Jecht.

 

Wolf berdiri diam dengan dahi berkerut. Ia merasa nama itu terdengar familiar, tapi ia tak bisa mengingatnya.

 

“Kau maksud… Sheriff Low?” serunya tiba-tiba, wajah berubah drastis.

 

“Ya, dia sheriff itu,” Chieko mengangguk.

 

Semua orang terperangah. Senyum mereka langsung menghilang.

 

Memang, tak banyak orang tahu nama lengkap Gaius Low. Tapi semua orang tahu julukannya sebagai Sheriff Low. Para preman seperti mereka sangat takut pada orang dari kantor polisi.

 

Semua mata tertuju pada Chieko dengan terkejut. Tak seorang pun menyangka bahwa Chieko mengenal tokoh sekuat itu.

 

“Kau benar-benar mengenal Gaius Low?” tanya Wolf dengan gugup.

 

“Ya. Aku meneleponnya barusan. Kurasa dia akan sampai sebentar lagi.” Chieko mengangguk.

 

Sebenarnya, untuk urusan kecil seperti ini, Chieko tidak perlu memanggil Gaius. Namun ia tetap melakukannya. Tujuannya adalah menunjukkan pada Connor bahwa ia juga punya koneksi kuat di Honduria. Kalau mereka bekerja sama nanti, Connor akan tahu bahwa Chieko tidak hanya ingin memanfaatkan dirinya.

 

Wolf mulai terlihat panik. Jika yang datang adalah Deryn dari keluarga Bander, ia mungkin tidak terlalu takut. Tapi kalau yang datang benar-benar Sheriff Low, itu masalah besar.

 

Jecht lalu berbisik pada Wolf. “Bang Wolf, menurutku perempuan itu cuma asal bicara. Lihat saja, dia masih muda. Mana mungkin kenal Gaius?”

 

“Benar. Orang yang bisa berhubungan dengan Gaius semuanya orang besar. Mana mungkin perempuan itu mengenalnya? Dia cuma mau menakut-nakuti kita!” Anak buah lain menimpali.

 

Wolf akhirnya sedikit tenang setelah mendengar mereka.

 

Ia kemudian berkata pada Chieko, “Apa kau berbohong padaku?”

 

“Menurutmu aku perlu berbohong? Kalau tidak percaya, kita tunggu saja di sini,” jawab Chieko.

 

“Baik, kita tunggu. Tapi kalau nanti terbukti kau bohong, aku pastikan kau tidak akan selamat malam ini,” geram Wolf.

 

Connor hanya berdiri diam, tenang. Ia tahu bahwa ia tidak perlu turun tangan. Chieko pasti bisa mengatasi situasi ini.

 

Pada saat itu, Jeanette menatap Chieko dengan bingung. Ia lalu berbisik pada Eugenia, “Eugenia, siapa sebenarnya Gaius?”

 

“Gaius adalah sheriff terkenal di Honduria. Katanya dia sangat kuat dan punya pengaruh besar, baik di dunia bawah tanah maupun di pemerintahan. Banyak keluarga besar Honduria harus menghormatinya,” jelas Eugenia pelan.

 

Jeanette langsung kelihatan bersemangat. “Kalau perempuan itu benar-benar mengenal tokoh sehebat itu, bukankah kita bisa selamat?”

 

“Kau berharap terlalu banyak. Tokoh besar seperti Gaius tidak mungkin kenal dia. Aku yakin dia hanya mencoba mengulur waktu,” Eugenia menggeleng pasrah.

 

Jeanette menatap Chieko, masih bingung. Benar bahwa apa yang Eugenia katakan masuk akal. Namun ekspresi Chieko sangat tenang dan percaya diri—sama sekali tidak terlihat seperti orang yang sedang berbohong.

 

“Kalau perempuan itu benar-benar tidak mengenal Gaius, mengapa dia bisa setenang itu?” pikir Jeanette.

 

Tanpa sadar, ia menoleh pada Connor—dan mendapati bahwa Connor pun terlihat sangat yakin.

 

Bab Lengkap 

Getting $10 Trillion ~ Bab 1471 Getting $10 Trillion ~ Bab 1471 Reviewed by Novel Terjemahan Indonesia on February 24, 2026 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.