Bangkit dari Luka ~ Bab 809

Bab 809

 

Bagaimana Nindi tidak menyadari bahwa Yanuar adalah pria yang romantis sebelumnya?

 

Segala sesuatu yang berlebihan pasti ada yang tidak beres.

 

Apa yang ingin dilakukan oleh Yanuar?

 

Nindi curiga dengan sikap Yanuar. Dia yakin laki-laki ini pasti punya tujuan lain.

 

Yanuar sedikit marah karena malu. "Nindi, bagaimanapun juga aku pernah pacaran sama Sania. Meski sudah putus, kami masih berteman. Dia sudah lama nggak ke kampus dan dia juga nggak bisa dihubungi. Dia cuma anak yatim piatu, siapa tahu apa yang terjadi sama dia di keluarga Lesmana?

 

Nindi menatapnya dingin. "Terus kenapa?"

 

"Jadi dia harus balik ke kampus seperti biasa. keluarga Lesmana nggak punya hak buat mengurungnya di rumah."

 

"Siapa bilang kami mengurungnya di rumah?"

 

Nindi menatap Yanuar dan bertanya, "Siapa yang memberitahumu? Dan siapa yang menyuruhmu melakukan ini?"

 

Bagaimanapun juga, Yanuar adalah anak mami. Bagaimana mungkin dia terus mengejar Sania?

 

Belum lagi hal-hal yang terjadi di pesta pernikahan keluarga Ciptadi, dan ada desas-desus bahwa Sania menikah serta tidur dengan kakek-kakek di pesta pernikahan itu.

 

Seharusnya Yanuar tidak akan lagi peduli pada Sania.

 

Ekspresi Yanuar menjadi agak canggung. "Ini bukan urusanmu, tapi kalau kalian masih mengurung Sania, aku akan lapor polisi."

 

Nindi menatapnya dengan senyum mengejek. " Kamu belum tahu ya, Sania hamil."

 

"Hamil?"

 

Yanuar tampak sedikit terkejut.

 

Nindi melanjutkan, "Dia lagi istirahat di rumah buat jaga kandungannya, bukan dikurung. Kalau nggak percaya, silakan aja lapor polisi."

 

Nindi pun mengabaikan Yanuar dan pergi.

 

Dia merasa Yanuar mencarinya, sebagian besar untuk membebaskan Sania.

 

Lalu, siapa yang begitu ingin bertemu Sania?

 

Tentu saja orang-orang dari keluarga Morris.

 

Namun, saat ini belum pasti.

 

Apakah keluarga Morris ingin menggunakan Sania untuk mengancam Sammy agar tidak bicara sembarangan?

 

Setelah memikirkan hal ini, Nindi segera menelepon Nando. "Aku ada yang ingin dibicarakan."

 

"Nindi, apa yang mau kamu bicarakan?"

 

Nando terdengar begitu terkejut. Dia tidak menyangka Nindi akan meneleponnya.

 

Nindi menurunkan suaranya, "Jangan sampai Sania kabur, keluarga Morris sangat ingin menjadikannya sandera."

 

"Aku tahu, tapi bukankah ayah Sania sudah mengatakan sesuatu?"

 

"Ayah Sania sudah berjanji untuk menyerahkan diri, tapi demi keamanan, tetap awasi Sania dengan ketat. Kalau dia jatuh ke tangan keluarga Morris, menurutmu apa dia akan berpihak pada keluarga Lesmana?"

 

Nando juga mengerti Sania, wanita itu memang bermuka dua.

 

"Aku tahu, akan kukirim orang untuk mengawasinya," balasnya.

 

"Bagus kalau begitu. Sebaiknya kamu jelaskan masalah ini pada Kak Witan, supaya dia nggak tertipu oleh Sania dan akhirnya melepaskan sandera yang begitu bagus."

 

"Tenang saja ada aku di sini. Aku pasti nggak akan membiarkan Sania kabur dari kediaman keluarga Lesmana."

 

Setelah memberikan jaminan, Nando bertanya lagi. " Lalu, kapan kamu berencana menyerahkannya ke kantor polisi?"

 

"Nanti kalau waktunya sudah tepat."

 

Setelah selesai bicara, Nindi langsung menutup telepon. Dia tidak berniat menjelaskan lebih banyak pada orang-orang keluarga Lesmana.

 

Bab Lengkap

Bangkit dari Luka ~ Bab 809 Bangkit dari Luka ~ Bab 809 Reviewed by Novel Terjemahan Indonesia on February 24, 2026 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.