Bangkit dari Luka ~ Bab 804

Bab 805

 

Ketika Nindi melihat betapa cemasnya pria itu, dia merasa ada yang aneh.

 

Berdasarkan hasil penyelidikan sebelumnya, dia menyimpulkan bahwa Sammy adalah pria yang gemar berjudi dan mata duitan.

 

Bagi pria seperti itu, uang adalah segalanya.

 

Sedangkan Sania hanyalah alat baginya untuk mengumpulkan kekayaan.

 

Namun, sekarang kenapa Sammy begitu khawatir akan keselamatan Sania?

 

Nindi merasa ada yang tidak beres, tapi tetap bersikap dingin di luar. "Keluargamu semuanya bersalah. Apa kamu pikir aku akan melepaskan kalian begitu saja?"

 

"Kejadian waktu itu nggak ada hubungannya dengan Sania."

 

"Heh, nggak ada hubungannya? Tapi dia ikut menyalahgunakan dana perusahaan bersamamu, bahkan kalian ampir saja membuat perusahaan keluarga Lesmana bangkrut. Apa kamu pikir itu bukan salah dia?"

 

Nindi pun menatap Sammy. "Kalian sekeluarga benar-benar nggak tahu balas budi. Dulu waktu kamu punya catatan kriminal dan nggak bisa dapat kerja, orang tuaku yang dengan baik hati menerimamu sebagai sopir agar kamu bisa cari uang untuk menghidupi anakmu, tapi bagaimana balasanmu terhadap orang tuaku?"

 

Sammy menunduk, tak menjawab sepatah kata pun.

 

Nindi naik pitam, "Bicara, kenapa diam saja?"

 

"Memang waktu itu aku salah terhadap keluargamu.

 

"Kalau memang sadar bersalah, lakukan sesuatu untuk menebusnya. keluarga Morris yang menyuap kalian, 'kan?"

 

Nindi menatapnya tajam. "Aku mau kau bersaksi kalau keluarga Morris menyewa pembunuh bayaran. Kalau kamu mau lakukan itu, Sania akan aman."

 

"Ternyata kamu sudah menyelidiki sampai ke keluarga Morris, ya?"

 

Sammy tampak terkejut, tapi langsung menjawab, " Kamu bisa menyuruhku melakukan apa saja, tapi syaratnya adalah lepaskan putriku."

 

Nindi tidak menyangka ini akan semudah ini.

 

Namun, hatinya selalu merasa ada sesuatu yang tidak beres.

 

Dia bertanya lagi, "Lalu uangnya?"

 

"Nggak ada."

 

"Bagaimana mungkin nggak ada! Apa menurutmu aku akan percaya omonganmu?"

 

Nindi memandang dengan curiga, jelas tidak percaya.

 

Sammy terlihat pasrah. "Setelah dapat uangnya, aku pergi judi, dan sialnya semua kalah. Kalau nggak, aku pasti sudah kabur jauh-jauh. Mana mungkin aku tetap bertahan di sini menunggu kalian datang? 11

 

Nindi merasa sangat kesal setelah mendengarnya

 

Alasan ini memang masuk akal.

 

Namun, Nindi tetap merasa terlalu mulus.

 

Apakah Sammy begitu menyayangi putrinya?

 

Benarkah pemabuk dan tukang judi seperti dia, bisa sebaik itu?

 

Nindi berbalik dan meninggalkan ruangan. Dia menatap Cakra yang berdiri di depannya. "Aku selalu merasa ada yang aneh dengan Sammy, tapi aku nggak tahu apa itu."

 

"Memang terlalu mulus."

 

Cakra juga mendengar percakapan Nindi dengan Sammy tadi. Pria itu bahkan tidak mengajukan permintaan apa pun, hanya mengatakan untuk tidak melibatkan Sania.

 

Nindi berkata dengan curiga, "Kita lakukan tes DNA saja dulu untuk melihat apa benar dia ayah kandung Sania atau bukan."

 

Bagaimanapun juga, dia sudah menjalani operasi plastik, siapa yang tahu apakah itu benar dirinya.

 

Cakra Julian mengangguk. "Baik."

 

Nindi merasa sedikit tidak yakin. "Kalau begitu, apa kamu juga akan melepaskan Nyonya Belinda?"

 

Makin lama Belinda ditahan, ibu Cakra akan makin marah.

 

"Oke, aku akan mengaturnya."

 

Setelah Cakra selesai berbicara, dia menatap Nindi. "

 

keluarga Morris memang mulai mencurigaimu. Sopir yang mencarimu tadi juga orang suruhan keluarga Morris."

 

Dia mengirim orang untuk menyelidiki sopir taksi tadi dan langsung menemukan petunjuk.

 

Memang benar itu orang yang dikirim oleh keluarga Morris.

 

Tujuannya juga jelas, ingin membawa Nindi untuk dimintai keterangan, atau bahkan menjadikannya sandera.

 

Ketika Nindi tahu bahwa keluarga Morris bertindak, dia juga memikirkan hal yang sama dengan Cakra.

 

Kalau keluarga Morris bisa menyewa pembunuh bayaran bertahun-tahun lalu, menggunakan sopir untuk menculiknya juga bukan hal yang mustahil.

 

Bab Lengkap

Bangkit dari Luka ~ Bab 804 Bangkit dari Luka ~ Bab 804 Reviewed by Novel Terjemahan Indonesia on February 24, 2026 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.