Bab 1493: Perbedaan Kekuatan
Begitu Jasper selesai berbicara,
seorang pria tua berjalan keluar dari ruangan.
“Tuan McDonald, ini adalah Hadley
Lockhart, seorang master seni bela diri kuno yang terkenal di Honduria. Jangan
berpikir aku hanya menyiapkan para ahli di luar sana. Aku bahkan mengundang
Tuan Lockhart khusus untuk menghadapi Anda. Dia adalah senior dari Tuan
Lancaster,” kata Jasper penuh kebanggaan.
Connor perlahan mengangkat kepala dan
memandang Hadley. Ia harus mengakui bahwa kemampuan Hadley memang kuat —
kemungkinan berada di level hitam-menengah. Namun, bagi Connor, jarak kekuatan
mereka tetap sangat jauh.
“Kaulah yang melumpuhkan adik
seperguruanku?” tanya Hadley dengan suara rendah.
“Betul,” jawab Connor tenang.
Walau Connor baru di level
kuning-tinggi, ia sudah pernah bertarung melawan pendekar level hitam
sebelumnya. Dengan mengonsumsi Chi Receiving Pill, ia mampu menandinginya.
“Kemampuanmu di usia muda memang
cukup hebat. Tapi, karena kau berani melumpuhkan adik seperguruanku, hari ini
kita akan menyelesaikan urusan itu!” seru Hadley dengan wajah datar.
Hadley sangat terkenal di Honduria,
sehingga Jasper begitu percaya diri — ia yakin Hadley cukup untuk menghabisi
Connor.
“Sudah cukup bicara. Serang saja,”
balas Connor tanpa emosi.
“Anak muda, bakatmu bagus, tapi
sebagaimana pepatah mengatakan, pohon yang terlalu menonjol akan dihantam
angin. Hari ini, aku akan menunjukkan perbedaan kekuatan kita!” Hadley membalas
dengan tegas.
“Perbedaan, ya?” Connor tersenyum
kecil. Ia kemudian berdiri, mengeluarkan Chi Receiving Pill, dan menelannya.
Hadley sempat terkejut melihat itu,
tetapi tidak terlalu memikirkannya. Ia langsung menerjang dan mencoba
mencengkeram bahu Connor. Gerakannya tidak cepat, tetapi kekuatannya luar
biasa. Jika terkena, lengan Connor mungkin bisa tercabik.
Jasper menyesap teh dengan puas
ketika melihat Hadley memulai serangan.
Namun Connor berputar ringan dan
menghindarinya dengan mudah. Tangan Hadley tidak mengenai Connor, melainkan
menghantam kursi tempat Connor sebelumnya duduk — kursi itu langsung hancur
berkeping-keping.
Serangan Hadley benar-benar sangat
kuat.
Hadley terkejut ketika melihat Connor
dapat menghindar begitu ringan. Bibirnya bergetar halus. Ia tidak menyangka
anak muda itu mampu menghindari serangan sekuat itu.
“Apa yang kau telan barusan?” tanya
Hadley curiga.
“Itu bukan urusanmu,” jawab Connor
datar.
“Ternyata kau memang punya kartu
tersembunyi. Pantas saja Jordan kalah darimu,” gumam Hadley semakin waspada.
Baru beberapa gerakan bertukar, ia
menyadari Connor jauh dari kata ‘biasa’. Serangan pemuda itu tidak bisa
diremehkan.
“Terima pukulanku!” Connor tiba-tiba
melesat dan menyerang.
Hadley tidak menghindar. Ia
menyilangkan tangan di depan dada, bersiap menerima pukulan itu secara
langsung.
“Shattered Earth!” teriak Connor.
Bram!
Tinju Connor menghantam lengan
Hadley. Hadley terdorong beberapa langkah ke belakang sebelum akhirnya bisa
menstabilkan diri.
Jasper membeku. Ia cepat-cepat
meletakkan cangkir tehnya. “Tuan Lockhart, apakah Anda baik-baik saja?”
tanyanya pelan.
“Aku tidak apa-apa. Tadi aku hanya
meremehkannya,” jawab Hadley sambil menatap Connor lebih serius. “Aku tak
menyangka seseorang semuda ini bisa mengeluarkan pukulan sekuat itu. Namun,
jangan bermimpi bisa mengalahkanku hanya dengan teknik tinju!”
“Kau masih yakin tidak akan kalah?”
balas Connor.
“Teknikmu memang kuat, tapi
bagaimanapun juga kau hanya level kuning, sementara aku level hitam. Perbedaan
di antara kita tak bisa ditutup hanya dengan satu jurus,” kata Hadley tegas.
Connor tersenyum meremehkan. Hal itu
membuat Hadley semakin tersulut.
“Baiklah, anak muda. Aku akan
tunjukkan kekuatanku. Kita lihat, apakah kau masih bisa sombong setelah ini!”
Hadley berteriak dan menerjang.
Connor juga maju tanpa ragu.
Keduanya mulai bertarung sengit.
Wajah Jasper perlahan berubah. Untuk
pertama kalinya, ia benar-benar memahami mengapa Connor berani datang seorang
diri ke vila ini.
Jika bukan karena ia mengundang Hadley,
para ahli biasa di luar tidak akan mampu menghalangi Connor.
“Untungnya Tuan Lockhart ada di sini…
kalau tidak, aku mungkin benar-benar dalam bahaya,” desah Jasper pelan.
Saat ini, Jasper akhirnya sadar bahwa
Connor jauh lebih berbahaya daripada yang ia bayangkan.
No comments: