Bangkit dari Luka ~ Bab 808

Bab 808

 

Yanisha pun angkat suara. "Keluarga Morris sudah melakukan banyak tindakan kecil baru-baru ini dan telah menyelidiki keluarga Lesmana. Keluarga Morris pasti tahu kalau Sania menggelapkan dana publik dan menyebabkan keluarga Lesmana jatuh ke dalam krisis keuangan. Mereka akan memanfaatkan masalah ini. Kamu harus berhati-hati."

 

"Aku nggak peduli soal urusan keluarga Lesmana, tapi keluarga Morris sebentar lagi nggak akan punya waktu untuk memikirkan hal itu. Hari ini, ayah Sania sudah ditangkap. Dia juga setuju untuk menyerahkan diri dan akan bersaksi melawan orang -orang dari keluarga Morris."

 

Yanisha tampak gembira. "Wah, ini kabar baik!"

 

Galuh buru-buru mengangguk. "Inilah yang disebut keadilan Tuhan nggak tidur, pada akhirnya mereka tetap tertangkap.

 

"Ya."

 

Sayangnya, Nindi masih merasa ada sesuatu yang tidak beres, tapi dia tidak bisa menjelaskannya.

 

Tiba-tiba semuanya berjalan terlalu lancar.

 

Ayah Sania setuju terlalu cepat untuk bersaksi melawan keluarga Morris, tanpa mengajukan syarat apapun.

 

Malam harinya, saat akan tidur, Nindi terus memikirkan hal itu.

 

Seandainya dia bisa mengingat apa yang sebenarnya terjadi pada kecelakaan mobil tahun itu, maka dia tidak perlu khawatir Sammy akan berbohong padanya.

 

Namun, dia masih tidak bisa mengingatnya sekarang.

 

Dia merasa sedikit frustasi.

 

Keesokan paginya saat dia bangun, Yanisha menyampaikan berita, "Nyonya Belinda sudah ditemukan, sekarang sudah dibawa kembali ke rumah keluarga Morris."

 

Nindi tidak terkejut dengan ini.

 

Kemarin Cakra sudah mengatakan akan memulangkan Belinda. Toh, ayah Sania sudah ditangkap, dan selanjutnya tinggal menunggu untuk menghadapi keluarga Morris.

 

Yanisha ragu-ragu sejenak sebelum akhirnya berkata, "Keluarga Morris sepertinya sudah melapor ke polisi, kamu dan Kak Cakra harus hati-hati."

 

Meskipun Nindi tidak mengungkapkan tentang hilangnya Belinda, Yanisha bisa menebak bahwa itu ada hubungannya dengan Cakra dan Nindi.

 

Keluarga Morris juga selama ini tidak melaporkan ke polisi, kemungkinan besar karena mereka merasa bersalah.

 

Sekarang mereka malah benar-benar melapor ke polisi. Jika masalah ini menjadi besar, itu juga tidak baik bagi Nindi.

 

Nindi mengerti maksud Yanisha. Dia pun tersenyum. "Jangan khawatir."

 

"Iya juga sih. Lagi pula ada Kak Cakra yang sangat perhatian, jadi aku nggak perlu khawatir."

 

Yanisha tersenyum lembut.

 

Galuh tidak tahan untuk bertanya, "Nindi, apa rencanamu dengan pria itu? Dia sudah banyak berkorban buat kamu, sampai bertengkar dengan keluarganya sendiri. Menurutku dia itu orang baik."

 

Nindi terdiam sejenak dan menjawab, "Aku tahu."

 

"Jangan sampai kamu melewatkan pria setampan dan sesetia Kak Cakra begitu saja."

 

Nindi menghela napas,. "Tapi hubungan kami nggak semudah itu."

 

"Aku tahu apa yang kamu khawatirkan, tapi masa depan siapa yang tahu? Hidup ini singkat, nikmati saja. Nggak usah mikir terlalu jauh. Lagipula kamu juga bukan tipe orang yang bakal hancur cuma gara-gara putus cinta."

 

Galuh tersenyum. "Kak Cakra itu ganteng banget, badannya juga bagus, nggak akan rugi kalau kamu pacaran sama dia."

 

Terlebih lagi, dia sangat baik pada Nindi.

 

Nindi pun melihat jam. "Ayo pergi, kita akan terlambat masuk kelas."

 

Nindi dan Galuh pun berangkat ke kampus, tapi saat mereka sampai di depan gedung perkuliahan, Yanuar tiba-tiba menghadang mereka. "Nindi, apa kamu menyekap Sania?"

 

Nindi tertegun mendengar itu. "Harusnya kamu tanya keluarga Lesmana, bukan aku."

 

"Memangnya kamu bukan orang keluarga Lesmana?

 

"Apa kamu sudah gila? Kamu tahu 'kan hubunganku dengan keluarga Lesmana itu jelek banget?"

 

Nindi sama sekali tidak menyembunyikan hubungan buruknya dengan keluarga Lesmana.

 

Dia menatap Yanuar. "Sania sudah menikah. Kamu masih mau kejar dia buat apa?"

 

Bab Lengkap

Bangkit dari Luka ~ Bab 808 Bangkit dari Luka ~ Bab 808 Reviewed by Novel Terjemahan Indonesia on February 24, 2026 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.