Bab 1495: Kekuatan Sejati
Pada saat itu, Jasper berlari keluar
dari vila dan berteriak, “Tuan Lockhart, apakah Anda baik-baik saja?”
Hadley berjuang bangkit dari tanah
dengan mata memerah. “Tuan Wilkins, aku mempermalukan diriku…”
“Tuan Lockhart, yang penting Anda
baik-baik saja!” Jasper tampak sedikit lega setelah melihat Hadley masih bisa
berdiri dan tidak mengalami luka berat. Orang-orang di Mount Lushmore Villa pun
menghela napas lega. Jika Hadley benar-benar kalah semudah itu, posisi mereka
bisa menjadi sangat berbahaya.
“Tuan McDonald, apakah Anda baik-baik
saja?” Chieko bertanya dengan penuh semangat.
“Aku baik-baik saja,” jawab Connor.
Hadley menatap Connor lalu berteriak,
“Connor, awalnya aku mengira kau hanya seorang petarung biasa, tapi ternyata
kau menggunakan teknik rahasia untuk meningkatkan kekuatanmu sampai tingkat
hitam.”
“Kau bukan lawanku, jadi enyahlah,”
jawab Connor dengan nada meremehkan.
“Aku bukan lawanmu?” Hadley tertawa
mendengar itu. “Kau benar-benar naif. Jangan kira kau bisa mengalahkanku hanya
karena kau sempat membuatku terlempar.”
Connor menyipitkan mata, tidak
berkata apa-apa.
“Sepertinya Tuan Lockhart akan mulai
serius kali ini…” gumam Wilfred.
Detik berikutnya, Hadley melangkah
maju dan menarik napas dalam-dalam. Connor bisa merasakan aura Hadley berputar
dengan liar. Tubuh Hadley pun tampak berubah.
Sebuah ledakan terdengar.
Otot Hadley tiba-tiba membesar dan
merobek pakaiannya. Tingginya, yang sebelumnya sekitar 1,75 meter, berubah
menjadi hampir dua meter. Otot-ototnya menonjol penuh urat biru, membuatnya
tampak mengerikan.
Hadley yang berdiri di depan Connor
kini tampak seperti orang yang sama sekali berbeda.
Chieko terbelalak melihat pemandangan
itu. Ia belum pernah menyaksikan hal seperti itu sebelumnya.
“Tuan McDonald, apa yang terjadi?”
tanya Chieko gemetar.
“Aku juga tidak tahu. Hadley pasti
menggunakan teknik rahasia,” jawab Connor. Ia memang belum banyak bertemu ahli
bela diri, jadi ini pun pertama baginya.
“Itu adalah kekuatan sejati Tuan
Lockhart. Connor, kau tamat hari ini!” teriak Jasper.
“Connor, jangan kira hanya karena kau
memiliki kekuatan setara tingkat hitam berarti kau benar-benar tingkat hitam.
Hari ini akan kutunjukkan perbedaan antara kau dan seorang ahli sejati!” teriak
Hadley sebelum berlari menyerang.
Kini, kekuatan dan kecepatan Hadley
meningkat drastis. Kenaikan ini bahkan tampak lebih besar dari efek Chi
Receiving Pill.
Tadi Hadley memang meremehkan Connor.
Ia tidak menggunakan kekuatan penuh. Tapi setelah Connor berhasil
melayangkannya dengan satu pukulan, Hadley murka dan memakai jurus
pamungkasnya.
Yang ia gunakan adalah teknik
peremajaan tubuh umum—teknik yang harus dilatih sejak kecil dan dapat
meningkatkan kemampuan bertarung secara signifikan bila dikuasai.
“Connor, barusan aku lengah. Itu
sebabnya kau berhasil memukulku. Tapi itu bukan berarti kau bisa
mengalahkanku!” teriak Hadley dengan mata membelalak.
Jasper tampak semakin bersemangat. Ia
tahu Hadley sudah sangat marah, dan itu berarti Connor akan mati lebih cepat.
Chieko memandangi Hadley yang tampak
seperti monster. Dengan suara ketakutan, ia berbisik, “Tuan McDonald… kalau
Anda merasa tidak bisa menang, larilah. Jangan pikirkan aku!”
“Lari?” Connor mencibir. “Kalau aku
sudah sampai sini, untuk apa aku lari?”
“Tapi—” Chieko hendak bicara, tapi
Connor sudah lebih dulu melesat menyerang Hadley.
Mata Hadley berkedip kaget. Ia tidak
menyangka Connor justru menyerang lebih dulu.
“Tinju Biduk Bintang Tujuh, Auman
Harimau!”
“MATI!” Connor mengaum sambil
mengayunkan tinjunya ke arah kepala Hadley.
Hadley tahu kemampuan bertarung
Connor tidak bisa diremehkan. Ia langsung mengangkat tinjunya untuk menahan
pukulan itu.
Sebuah ledakan terdengar.
Tinjunya beradu dengan tinju Connor.
Tanah bergetar, seolah terjadi gempa kecil. Dua kekuatan besar menyapu seluruh
halaman.
“Luar biasa…” Jasper terdiam, kagum.
Hadley mundur selangkah untuk menahan
diri. Connor juga mundur satu langkah.
Hadley menatap Connor dengan tidak
percaya. Jelas keduanya berada pada tingkat kekuatan yang seimbang!
Yang membuatnya semakin sulit
menerima kenyataan adalah: ia sudah menggunakan teknik rahasianya. Tapi Connor
masih bisa menyamai kekuatannya.
Tak masuk akal.
Hadley bahkan menyadari tinju Connor
sangat kuat. Ia bertanya dengan suara rendah, “Teknik tinju apa itu? Kenapa
bisa sekuat ini?”
“Memangnya penting?” jawab Connor
dingin.
“Bocah, kalau kau memberikan teknik
tinju itu padaku, aku bisa menyelamatkan nyawamu!” Hadley kini jelas sangat
menginginkan Tinju Biduk Bintang Tujuh. Karena itulah ia memberikan tawaran
itu.
No comments: