Bab 1494: Kau Sama Sekali Bukan
Lawanku!
Sementara itu, di luar vila.
Wilfred Chahine, Chieko, dan para
pengawal semuanya mendengar suara pertarungan dari dalam vila.
“Sepertinya Tuan Lockhart sudah mulai
bergerak. Kali ini Tuan McDonald mungkin dalam bahaya…” Wilfred tertawa.
“Tuan Lockhart?” Chieko tertegun saat
mendengar nama itu, lalu bertanya bingung, “Siapa Tuan Lockhart yang kau
maksud?”
“Nona Dullahan, apa kau tidak tahu?
Tuan Lancaster yang dikalahkan Tuan McDonald tempo hari memiliki senior bernama
Hadley Lockhart. Dia juga ada di vila ini. Tuan McDonald pasti sedang bertarung
dengannya sekarang!” jawab Wilfred santai.
“Hadley?” Chieko terperanjat. Ia
sangat terkejut. Jordan Lancaster saja sudah merupakan ahli bela diri yang
sangat kuat di Honduria, dan Hadley bahkan lebih menakutkan. Ia adalah ahli
bela diri peringkat hitam—tidak ada yang berani menyinggungnya. Statusnya di
Honduria sangat tinggi. Chieko sama sekali tidak menyangka Jasper berhasil
mengundang Hadley.
Wilfred semakin puas melihat Chieko
terdiam.
“Tuan Wilkins awalnya ingin memancing
Connor ke Mount Lushmore Villa agar kita menghabisinya bersama. Tapi entah
kenapa ia mengubah rencana dan malah membawa Connor masuk ke dalam vila. Dia
ingin Tuan Lockhart sendiri yang mengurus Connor. Sebenarnya, menurutku tak
perlu sampai Tuan Lockhart turun tangan. Kita saja sudah cukup…” ungkap seorang
kapten pengawal, nada suaranya tidak senang. Ia adalah ahli bela diri peringkat
kuning, sehingga kedudukannya cukup tinggi untuk berbicara seperti itu.
“Tuan Chuke, bukankah Tuan Wilkins
hanya ingin memastikan semuanya berjalan aman?” jawab Wilfred tenang.
“Lagipula, Connor pernah melumpuhkan adik seperguruan Tuan Lockhart. Memberikan
kesempatan membalas dendam ini pada Tuan Lockhart adalah bentuk penghormatan.”
“Itu memang benar,” Tuan Chuke
mengangguk datar. “Aku hanya merasa ini berlebihan. Tuan Lockhart tak perlu
repot menghadapi seseorang seperti Connor. Tapi tentu saja, Tuan Wilkins pasti
punya rencananya sendiri.”
“Tenang saja. Asal Connor mati hari
ini di Mount Lushmore Villa, Tuan Wilkins pasti memberimu hadiah besar meski
kau tak melakukan apa pun,” kata Wilfred menenangkan.
Wajah Chieko tampak sangat pucat.
Kini ia menyadari bahwa Jasper bukan hanya menyiapkan penyergapan di luar,
tetapi juga ahli sehebat Hadley di dalam. Jika Connor masuk hari ini, ia pasti
mati. Chieko mengenal Hadley dengan baik. Menurutnya, tidak mungkin ada yang
bisa mengalahkan ahli peringkat hitam seperti itu.
Ia menatap vila dengan cemas,
berharap keajaiban terjadi.
“Nona Dullahan, kau tidak perlu
setegang itu. Nasib Connor sudah ditentukan sejak awal. Dia bodoh. Sudah tahu
ada jebakan, tapi masih berani masuk sendirian,” ejek Wilfred.
“Kita belum tahu siapa yang akan
menang!” Chieko menggigit bibir, tetap bersikeras.
“Hahaha…” Semua orang tertawa
mendengar ucapannya, memandangnya seolah ia bodoh.
“Kau lucu sekali, cantik. Ini Tuan
Lockhart yang kita bicarakan. Mana mungkin dia kalah dari Connor yang bukan
siapa-siapa?”
“Benar. Selama ini, berapa banyak
ahli kuat yang sudah dikalahkan Tuan Lockhart? Dia tidak pernah kalah.”
“Kecuali bocah itu ternyata peringkat
hitam, dia tak punya peluang sama sekali!”
Chieko makin gelisah mendengar semua
itu. Ia menunduk, berdoa untuk keselamatan Connor.
“Nona Dullahan, kalau kau mau menjadi
pelayanku, aku bisa meminta Tuan Wilkins menunjukkan belas kasihan. Mungkin kau
bisa selamat,” kata Wilfred sambil tersenyum licik.
“Menjadi pelayammu?” Chieko terkejut
lalu merasa jijik. Ia mengernyit dan berteriak, “Sekalipun aku mati hari ini,
aku tidak akan mengabulkan permintaanmu!”
“Hahaha…” Wilfred tertawa. “Nona
Dullahan, bahkan mati pun nanti tidak akan semudah itu bagimu…”
Saat Wilfred sedang membayangkan
bagaimana ia akan memperlakukan Chieko, sebuah suara ledakan keras terdengar
dari pintu utama vila.
Semua orang terkejut dan langsung
menoleh.
Sebuah tubuh menghantam pintu vila
dan terlempar keluar, jatuh dengan keras di depan mereka. Tubuh itu melayang
cepat dan mendarat hanya dalam sekejap.
Semua orang menunduk melihat sosok
itu—dan mereka langsung membelalak kaget.
“Bagaimana… bagaimana mungkin?”
Wilfred menatap Hadley yang terkapar di tanah tanpa bisa percaya.
Tidak ada satupun yang menyangka itu
adalah Hadley.
Tak lama kemudian, Connor keluar dari
vila. Ia menatap Hadley sekilas dan berkata datar, “Kau sama sekali bukan
lawanku.”
“Tuan McDonald!” Chieko berseru lega,
hampir tak percaya.
Baru saja ia putus asa, yakin Connor
pasti mati. Namun kini, Hadley—ahli peringkat hitam—justru terlempar keluar
seperti boneka rusak.
Semua orang menatap Connor dengan
wajah yang berubah total. Mereka sangat memahami betapa mengerikannya Hadley.
Jika ahli sekaliber Hadley saja bukan tandingan Connor, maka tidak ada satu pun
dari mereka yang mampu menghadapinya.
No comments: