The First Heir ~ Bab 5612

 

sumber gambar: google.com

Bab 5612

Saat sapi itu lengah, Philip menendang Kelinci dan membuatnya terlempar jauh.

 

Kelinci tidak menyangka Philip akan membuangnya dan berteriak sebelum benda itu jatuh di samping peti mati. Ia gemetar saat melihat peti mati itu, yang sangat menyeramkan.

 

"Philip, kau sama sekali tidak peduli dengan perasaanku! Aku takut gelap. Apa kau pikir aku bisa menatap benda ini langsung?" Kelinci itu gemetar saat mendekati peti mati.

 

Meskipun mengeluh sekuat tenaga, ia harus menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Philip.

 

Sapi itu sama sekali tidak menyadari keberadaan kelinci tersebut. Kelinci itu sangat kecil sehingga tidak berbeda dengan lalat. Kelinci yang bisa berbicara tidak mungkin membahayakan siapa pun.

 

Philip dengan cepat melawan sapi itu. Dia harus mengakui bahwa reaksi sapi itu lebih cepat dari yang dia duga. Meskipun sapi itu besar, ia sangat cepat.

 

Rabbit dengan ragu-ragu mengelus peti mati itu dengan bingung. Dari jarak ini, tidak ada yang menakutkan dari peti mati yang mengerikan ini.

 

"Kupikir peti mati itu bisa menelanku hidup-hidup, tapi ternyata..." kata Kelinci dengan nada tak berdaya dan jijik. Ia mendekati peti mati itu dengan takjub, tetapi tidak ada yang perlu ditakutkan.

 

Saat Philip melawan sapi itu, sebuah bayangan hitam melesat keluar dari samping. Philip berbalik untuk menghindarinya tanpa melihatnya dengan jelas. Namun, dia segera menyadari bahwa makhluk itu tidak mengincarnya, melainkan peti mati itu.

 

Detik berikutnya, Philip menyadari bahwa itu tak lain adalah salamander raksasa yang telah mengikutinya selama ini.

 

Salamander-salamander itu adalah bawahan Raja Hewan, dan puluhan dari mereka muncul sekaligus. Saat mereka mendekati peti mati, Kelinci bergegas pergi dan bersembunyi.

 

Begitu bersentuhan dengan peti mati, salamander raksasa itu langsung berubah menjadi tumpukan tulang seolah-olah daging dan darah mereka telah dimakan.

 

Philip dan Rabbit tercengang melihat pemandangan ini. Mereka tidak pernah menyangka bahwa peti mati bisa melakukan hal itu.

 

Kelinci perlahan menarik cakarnya dari peti mati dengan tak percaya, bertanya-tanya apa yang sedang terjadi.

 

"Bisakah peti mati melahap daging dan darah?"

 

Kelinci melirik cakarnya dengan terkejut. Cakarnya juga menyentuh peti mati. Mengapa ia tidak terluka?

 

"Philip, lihat tumpukan tulang di sekitar sini. Mungkinkah mereka juga korban?" Kelinci menunjuk ke tumpukan tulang di samping.

 

Philip akhirnya memperhatikan tumpukan tulang di samping peti mati itu.

 

Dia tidak pernah memperhatikannya sebelumnya. Tampaknya setidaknya ratusan binatang telah mati di sini.

 

"Sepertinya peti mati ini memiliki kemampuan khusus untuk menyerap daging dan darah saat bersentuhan," kata Philip dengan serius.

 

Sementara itu, dia masih berjuang melawan sapi itu, yang sama sekali bukan tandingan baginya. Sapi itu hanya bisa berakhir sebagai makan malam Philip.

 

Kelinci menatap Philip dengan tak percaya dan mengangkat kedua cakarnya.

 

"Philip, aku baru saja menyentuh peti mati itu, tapi tidak terjadi apa-apa padaku. Mengapa peti mati itu tidak melahap daging dan darahku?"

 

Philip terkejut. Memang, dia baru saja melihat gerakan licik Kelinci.

 

Dia akhirnya mengerti mengapa peti mati itu begitu aneh dan menyeramkan.

 

Bab Lengkap

The First Heir ~ Bab 5612 The First Heir ~ Bab 5612 Reviewed by Novel Terjemahan Indonesia on August 12, 2026 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.