Bab
5624
Philip
tidak meragukan kata-kata Kelinci. Kekuatannya terbatas, jadi Philip tidak
pernah berpikir bahwa Kelinci akan menipunya.
"Hanya
karena kamu gagal bukan berarti aku tidak bisa melakukan apa pun," kata
Philip sambil tersenyum cerah. Dia sudah sepenuhnya siap dan tahu apa yang
harus dilakukan.
Kelinci
tidak punya pilihan selain mengikuti Philip ke tempat yang sangat berbahaya ini.
Meskipun sangat sedih, ia memutuskan untuk menyerah.
Philip
dengan cepat sampai di tempat suci itu dan harus menyipitkan matanya. Cahayanya
terlalu menyilaukan, dan dia tidak bisa melihat dengan jelas.
Begitu
Philip tiba, dia melihat tulisan 'Jalan Surgawi'. Dia tidak menyangka akan
menemukan Carrefour Jalan Surgawi semudah itu.
"Aku
sama sekali tidak perlu berusaha untuk sampai di sini. Ini sungguh tidak
nyata!" Philip menghela napas penuh emosi. Dia tidak menyangka hal
menakjubkan seperti ini akan terjadi padanya. Dengan senyum cerah di wajahnya,
dia berjalan masuk ke Carrefour Heavenly Path.
Philip
sangat bersemangat untuk melihat tempat misterius ini. Dia tahu bahwa tempat
ini sangat istimewa.
"Apakah
ini yang disebut Carrefour milik Jalan Surgawi?" Philip tidak melihat
sesuatu yang aneh. Tempat itu tidak berbeda dari tempat latihan biasa.
Kelinci
itu gemetar dalam pelukan Philip, hanya menatap Philip tanpa mengucapkan
sepatah kata pun.
Saat
Philip masuk ke dalam, ia merasa ada yang tidak beres. Tidak ada apa pun selain
cahaya terang itu. Ia melihat sekeliling tetapi tidak menemukan apa pun, yang
aneh.
"Di
mana makhluk-makhluk aneh yang kau sebutkan itu? Kenapa aku tidak melihat satu
pun?"
Philip
menarik Rabbit keluar, penasaran ingin melihat benda-benda itu.
Kelinci
mengangkat cakarnya dengan gemetar dan menunjuk ke depan.
"Kamu
bisa menemukannya jika berjalan di sepanjang jalan itu, tetapi kamu harus
berhati-hati. Ada banyak hal aneh di sini!"
Kelinci
itu menunjuk jalan ke arah Philip dengan kasar sebelum bersembunyi dengan
malu-malu.
Philip
menghela napas melihat sifat pengecut Kelinci dan berjalan ke arah yang
ditunjuknya. Benar saja, tak lama kemudian ia mendengar suara ratapan
seolah-olah sesuatu sedang melampiaskan kemarahannya.
Philip
merasa gembira dan mendekat.
Kelinci
itu sudah menyerah. Ia menutup mata dan telinganya lalu bersembunyi di pelukan
Philip, yakin akan kekuatan Philip.
No comments: