The First Heir ~ Bab 5615

 

sumber gambar: google.com

Bab 5615

"Lagipula, aku akan sangat membantumu begitu kekuatan dan ingatanku pulih. Kau tidak bisa meninggalkanku begitu saja!"

 

Kelinci bukanlah makhluk bodoh. Dengan tujuh kupu-kupu di tangannya, pihak lain tidak bisa diremehkan. Ia akan celaka setelah berurusan dengan pihak lain.

 

"Hehe, ini salahmu sendiri karena bersikap sombong. Bereskan kekacauanmu sendiri."

 

Namun, saat menggoda Rabbit, Philip menyadari sesuatu yang sangat penting. Orang ini pasti sangat berkuasa karena mampu membangun formasi seperti itu jutaan tahun yang lalu.

 

Meskipun Kelinci mengatakan bahwa ia merasa sangat bersalah karena memakan hal-hal yang begitu berharga, hal itu tidak menghentikannya untuk melakukannya.

 

Philip merasa hatinya sakit saat Kelinci menggigit makanan itu satu demi satu.

 

Setelah Kelinci menelan semua kupu-kupu, serangkaian perubahan terjadi. Peti mati yang tertutup rapat itu tiba-tiba terbuka.

 

Kelinci itu terlempar sebelum sempat bereaksi. Philip bergegas mendekat dan menangkap kelinci itu sebelum jatuh ke sungai.

 

Philip merasakan daya hisap yang kuat mencoba menariknya pergi. Pada saat itu, ia merasa seolah-olah seluruh energinya membeku, dan ia bahkan tidak bisa bernapas dengan lancar.

 

"Hentikan!" kata Philip dengan keras.

 

Pada saat itu, Rabbit sekali lagi terlempar oleh energi hitam di dalam peti mati dan jatuh di atas platform, tak bergerak.

 

Philip pasti mengira Kelinci itu sudah mati jika bukan karena napas yang teratur di perutnya.

 

"Kelinci!" Philip membuka mulutnya dengan susah payah dan meraung ke arah Kelinci, sambil bertanya-tanya bagaimana keadaannya.

 

Philip perlahan-lahan membebaskan diri dari kekuatan yang menindas ini. Pihak lain itu sangat kuat, jika tidak, Philip tidak akan membutuhkan waktu selama itu untuk membebaskan diri. Dia akhirnya menyadari bahwa selalu ada seseorang yang lebih baik di luar sana!

 

Kekuatan benda ini tidak bisa diremehkan.

 

"Siapa yang berani mengganggu praktik kerajaanku dengan begitu kasar?" sebuah suara terdengar pada saat itu.

 

Sebuah bayangan hitam samar yang menyerupai manusia muncul di atas peti mati. Dua bola api menggantikan matanya, yang tampak mengerikan.

 

"Apakah kalian berdua mengganggu saya?" dia menatap Philip dan Rabbit dan bertanya dengan tegas, jelas tidak senang dengan gangguan ini.

 

Bab Lengkap

The First Heir ~ Bab 5615 The First Heir ~ Bab 5615 Reviewed by Novel Terjemahan Indonesia on August 12, 2026 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.