An Understated Dominance ~ Bab 2690

 

Bab 2690

Suara gemuruh yang dalam dan teredam bergema dari arah celah-celah yang baru saja mereka lewati. Tanah sedikit bergetar, menyebabkan serpihan batu berjatuhan.

 

“Apa yang sedang terjadi?” teriak kapten penjaga, suaranya terdengar cemas sambil menatap ke arah pintu masuk.

 

Pintu masuk, yang sebelumnya hanya bisa dilewati satu orang dalam satu waktu, kini benar-benar terblokir. Sebuah batu besar muncul di sana entah kapan, dan tidak ada yang menyadarinya. Seolah-olah tangan raksasa tak terlihat telah menutup jalur pelarian mereka dari luar.

 

 

“Sial! Jalan kembali kita terhalang.” Seorang penjaga bergegas maju dan mendorong batu besar itu dengan sekuat tenaga, namun mendapati batu itu tak bergerak. Batu itu jauh lebih berat dari yang pernah ia bayangkan.

 

Kepanikan menyebar saat yang lain bergegas maju, menebasnya dengan pedang dan kapak. Mereka hanya berhasil membuat beberapa goresan putih di permukaan batu besar itu. Batu itu tidak tampak seperti batu biasa dan sepertinya terikat oleh semacam segel pembatas.

 

“Ini formasi! Kita terjebak di sini!” seru Judith, ketenangannya mulai runtuh.

 

Hati Grace pun ikut mencekam. Jalan di depan tidak diketahui, dan jalan kembali terblokir. Mereka terjebak seperti ikan dalam tong.

 

“Tetap tenang,” kata Dustin dengan tenang. Dia berjalan ke pintu masuk yang terblokir dan menekan tangannya ke batu besar yang dingin.

 

Dia bisa merasakan energi bumi dan batu yang terkandung di dalamnya, bersamaan dengan fluktuasi samar dari segel pembatas.

 

“Pembatasan ini dapat menutup celah tersebut, tetapi jangkauannya terbatas. Karena seseorang telah memancing kita ke tempat ini dan kemudian memblokir jalan keluar kita, mereka pasti memiliki tujuan. Jalan keluar mungkin terletak di bawah kolam itu.”

 

Tatapan Dustin kembali ke kolam air yang jernih. Kali ini, dia mengamati dengan lebih cermat. Indra ilahinya menembus air, menjangkau ke bawah searah dengan sumber mata air.

 

Kolam itu lebih dalam dari yang dia bayangkan. Setelah menyelam sekitar 100 kaki ke bawah, indra ilahinya mencapai dasar.

 

Namun di salah satu sisi dasar kolam, ia menemukan lorong rahasia yang tersembunyi di balik tumbuhan air dan bebatuan. Air mengalir melalui lorong itu, mengarah ke kegelapan yang tak dikenal di kedalaman. Dustin menarik kembali indra ilahinya dan berkata, "Ada lorong di bawah air."

 

Semua mata tertuju pada kolam yang tampak tenang itu. Sebuah lorong membentang di bawah air, tetapi tidak ada yang tahu bahaya apa yang mungkin tersembunyi di baliknya.

 

“Aku akan turun dan melakukan pengintaian. Kalian semua tetap di sini. Jika ada bahaya, aku akan segera mundur,” katanya sambil menarik napas dalam-dalam.

 

Cahaya biru muda yang samar memancar di sekeliling tubuhnya, melindunginya dari air. Kemudian dia menyelam ke dalam kolam, sosoknya menghilang dengan cepat ke kedalaman yang gelap.

 

Bagi yang lain, penantian itu terasa tak berujung, dan keheningan menyelimuti kolam. Yang bisa mereka dengar hanyalah napas tegang mereka sendiri dan gemericik lembut mata air. Setiap detik terasa sangat panjang.

 

Setelah terasa seperti 15 menit, kegelisahan kelompok itu mencapai puncaknya.

 

Dengan suara cipratan, sosok Dustin muncul dari air dan mendarat dengan mulus di tepi kolam. Energi aslinya telah mengeringkan pakaiannya, dan ekspresinya tetap tenang.

 

“Lorong tersembunyi itu mengarah ke lokasi lain. Sejauh ini saya belum menemukan bahaya apa pun,” katanya kepada mereka.

 

“Jaraknya tidak terlalu jauh. Ada cahaya di ujungnya, dan tampaknya ruangnya jauh lebih luas. Bersiaplah semuanya. Kita akan menyelam satu per satu. Ingatlah untuk menahan napas, berkonsentrasi, dan ikuti saya dari dekat.”

 

Dengan instruksi yang jelas, tidak ada lagi yang ragu-ragu.

 

Bab Lengkap

An Understated Dominance ~ Bab 2690 An Understated Dominance ~ Bab 2690 Reviewed by Novel Terjemahan Indonesia on July 19, 2026 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.