Bab 1712
Bagaimana cara dia melakukan semua
ini?
Semua orang jelas-jelas melihat
Adriel terluka parah kemarin.
Melihat kejadian barusan, Yasmin
langsung menatap Adriel dengan tatapan yang sangat terkejut.
Di sisi lain, Kiran dan yang lainnya
hampir melompat karena terkejut.
"Ini... tidak mungkin! Kamu
jelas-jelas terluka parah ... " ujar Dodi dengan tatapan yang tidak
percaya.
Dodi baru saja merasa seperti
menabrak sebuah gunung besar yang tidak mungkin bisa digoyangkan.
Meski Dodi menggunakan semua
kekuatannya, dia tetap saja tidak bisa mengalahkan Adriel.
Adriel dengan santai berkata,
"Kamu cukup beruntung karena menyerangku di saat seperti ini. Dengan
mematahkan salah satu tanganmu, kamu pasti akan mengingat pelajaran ini selama
hidupmu.
Di saat yang bersamaan, tiba-tiba
terdengar suara teriakan yang penuh amarah di dalam ruangan.
"Sungguh berani!"
"Kamu sedang cari mati?"
Alvel dan yang lainnya segera
berteriak dengan penuh amarah. Ketika mereka melangkah maju, tiba -tiba terasa
tekanan dari master ilahi yang sangat kuat.
"Nona Yasmin, tunggu saja, aku
akan membantumu mengalahkan pria berengsek ini!" ujar Alvel dengan percaya
diri.
Alvel kemudian menatap Adriel dengan
tatapan yang penuh amarah. Meski mereka bukan bawahan Yasmin, itu tidak
menghalangi mereka untuk berpihak pada Yasmin.
Tiba-tiba, terdengar suara teriakan
yang keras, " Jangan bunuh dia!"
Alvel dan yang lainnya sontak
terkejut, begitu juga dengan orang-orang yang ada di tempat itu.
Ketika mereka menatap ke arah suara
tersebut mereka melihat Steven.
Mereka melihat Steven berjalan dengan
ekspresi yang sangat muram. Dia terlihat begitu lelah, seolah -olah baru
melakukan sesuatu yang menguras banyak energi. Auranya juga terlihat sangat
dingin.
"Tetua Steven, kamu ... "
ujar Alvel dengan ragu.
"Tetua Steven, kenapa kamu
melindungi Adriel?
Kamu sepertinya tidak tahu kondisi
saat ini, Adriel baru saja menyinggung keluarga Romli! Kamu tidak boleh
mengasihani Adriel, dia pantas untuk mati!" ujar Regina dengan cemas.
Bagaimanapun juga, kesempatan untuk
membunuh Adriel sangatlah langka. Tidak akan ada kesempatan kedua kalau
kesempatan ini dilewatkan begitu saja. Apa yang sedang dilakukan Steven saat
ini?
Daniel dan yang lainnya juga merasa
terkejut dan kebingungan.
Apakah Steven datang menolong Adriel
karena dia adalah perantara Sekte Dokter Surgawi?
Saat itu, ekspresi Yasmin tiba-tiba
berubah. Dia kemudian melangkah maju dan berkata dengan nada yang dingin,
"Steven, Adriel sudah menerima warisan Iblis Darah! Itu adalah sekte sesat
yang harus segera dimusnahkan!"
Yasmin kembali berkata, "Selain
itu, dia juga tidak menghormati keluarga Romli! Perihal Sekte Dokter Surgawi,
aku akan memberi penjelasan pada mereka dan memberikan kompensasi... "
Harus diakui kalau sikap Yasmin telah
berubah total setelah dirinya kembali ke keluarga Romli. Dalam menghadapi
ancaman dari pihak-pihak Wilayah Utara, Yasmin segera menuduh Adriel dan
langsung memberikan solusinya.
Sementara itu, Steven hanya menatap
semua orang dengan tatapan yang dingin, sambil berkata, "Apa yang kalian
tahu?"
Ketika semua orang kebingungan,
Steven tiba-tiba menoleh ke arah Adriel dan langsung berlutut di depannya!
Di depan tatapan bingung semua orang,
Steven menarik napas yang dalam, lalu berkata dengan penuh hormat, "Hormat
dari Steven untuk Pewaris Sekte Dokter Surgawi!"
Perkataan Steven berhasil mengejutkan
semua orang yang ada di dalam ruangan.
Keheningan seketika menyelimuti
tempat itu.
Semua orang kemudian menatap Adriel
dengan tatapan tidak percaya.
Pewaris... Sekte Dokter Surgawi?
Rumor tentang Pewaris Sekte Dokter
Surgawi sudah lama beredar di kota Srijaya. Ada begitu banyak orang yang
mencari keberadaannya!
Ini...
"Dia adalah Pewaris Sekte Dokter
Surgawi?" tanya Kiran dengan tatapan yang ragu.
Sebelumnya, Kiran sempat berpikir
untuk mencari Pewaris Sekte Dokter Surgawi datang menghadiri acara
pernikahannya dan memberinya dukungan Ternyata Pewaris Sekte Dokter Surgawi
adalah Adriel?
"Kamu adalah Pewaris Sekte
Dokter Surgawi?"
tanya Regina sambil menatap Adriel
dengan tatapan yang sangat terkejut.
No comments: